Home Bali travel Mengenal Pakaian Adat Bali

Mengenal Pakaian Adat Bali

Sebagai tujuan pariwisata yang menghadirkan beragam pilihan, seperti budaya, kuliner, religi, dan lainnya tidaklah heran apabila Bali didapuk sebagai destinasi wisata yang lengkap. Banyak sisi yang bisa dijadikan tujuan perjalanan wisata ketika sampai di pulau ini. 

Namun, masyarakatnya membuat Bali punya keunikan dalam kebiasaan sehari-hari penduduknya.

Mulai dari wangi dupa setiap pagi hingga pakaian adat Bali yang dipakai oleh masyarakatnya setiap kegiatan keagamaan. Yuk, cari tahu keunikan detail baju adat Bali di bawah ini!

Pakaian Adat Bali

Orang-orang sering menyebutnya dengan kebaya Bali. Ya, hampir di setiap moment penting orang Bali selalu menggunakan kebaya, tentunya khusus untuk perempuan. Mulai dari menghadiri acara pernikahan, kematian, upacara agama, sampai hari tertentu pergi ke kantor.

Biasanya, kebaya dengan warna putih dan kuning digunakan untuk menghadiri upacara agama karena kedua warna tersebut dianggap warna yang suci dan agung oleh masyarakat Bali, apabila kebaya dengan warna gelap, biasanya dipakai untuk menghadiri acara dengan suasana duka, seperti kematian. Kemudian, kebaya dengan warna-warni dan beragam model, digunakan untuk pergi ke acara yang bersifat sukacita, seperti acara pernikahan. Warna-warni kebaya membuatnya memiliki kesan yang anggun, agung, dan ceria.

Namun, sebenarnya pakaian adat Bali tidak hanya kebaya saja loh, ada beberapa detail dan tingkatan pakaian adat yang dimiliki oleh orang Bali. Beragam tingkatan tersebut juga disesuaikan dengan fungsi penggunaannya. Apa sajakah itu? Yuk kenalan dengan detailnya!

Detail Pakaian Adat Bali

Pakaian adat Bali kini sangat bervariasi dan memiliki banyak nama. Masing-masing daerah mempunyai ciri khas dan ornamennya yang unik. Sehingga, setiap daerah di Bali mempunyai ciri khas pakaian adat yang berbeda-beda berdasarkan corak dan cara membuatnya. 

Namun, umumnya pakaian adat Bali digolongkan menjadi 3 jenis berdasarkan tingkatannya. Pertama, payas nista atau payas alit yang merupakan tingkatan paling rendah atau paling sederhana dalam tata busana pakaian adat Bali. Biasanya kerap digunakan untuk menghadiri acara gotong royong, persembahyangan di rumah, dan rapat adat. Terdiri dari atasan yang sopan dan bersih dengan bawahan kamen serta udeng untuk pria.

Kedua, payas madya yang merupakan tingkatan menengah dalam tata busana adat Bali. Dalam tingkatan ini, para perempuan biasanya menggunakan kebaya dengan korset sebagai dalamannya serta selendang dan kamen yang senada dengan warna kebaya. Sementara untuk pria biasanya menggunakan kemeja putih atau warna lain dengan kamen yang dilengkapi dengan saput atau kampuh yang lebih pendek daripada kamen serta udeng di bagian kepala.

Ketiga, payas agung yang merupakan tingkat tertinggi. Payas agung biasanya dipakai ketika seseorang menikah. Terdiri dari angkin prada yang dililitkan ke badan, songket khas Bali, dan gelungan di kepala yang beratnya mencapai 3 kilogram! Sementara untuk pria, memakai kamen, kampuh, baju safari dan gelungan. Tentunya karena ini tingkatan atas, maka dilengkapi dengan berbagai aksesoris dari ujung kepala sampai ujung kaki, seperti subeng, alpaka, gelang, dan kalung yang khas yang membuatnya semakin terasa agung, sesuai namanya.

Bagaimana? Kaya banget ternyata pakaian adat Bali bukan? Tenang saja, kini kamu yang bukan orang asli Bali juga bisa merasakan experience mencoba pakaian adat Bali. Bagaimana caranya? Berikut info menariknya!

Rasakan Experience Pakaian Adat Bali di The Keranjang Bali

Kini, tidak perlu lagi menyiapkan waktu khusus untuk mencoba experience memakai pakaian adat Bali karena kamu bisa merasakannya hanya dengan datang ke The Keranjang Bali. Sebagai pusat oleh-oleh khas Bali, The Keranjang Bali menawarkan pengalaman yang lebih dari sekedar membeli oleh-oleh. 

Yak benar! Banyak experience unik dan wajib banget dicoba kalau berkunjung kesini, salah satunya experience memakai pakaian adat Bali. Tidak cuma pakai, kamu juga akan didandani agar lebih mirip warga lokal.

Koleksi pakaian adat Bali-nya sangat beragam dan berwarna. Tersedia untuk perempuan maupun pria, anak-anak maupun dewasa, jadi lengkap banget!

Setelah memilih pakaian yang sesuai dengan selera, kamu juga bisa bebas foto dan berkeliling dengan menggunakan pakaian adat Bali seperti warga lokal. Banyak spot foto yang bisa jadi latar momenmu. 

Tenang aja, agar semakin kelihatan seperti warga lokal, tersedia spot foto dengan latar rumah adat Bali yang identik dengan ukirannya yang cantik.

Selain mencoba dan berfoto dengan pakaian adat Bali, kamu juga bisa membelinya sebagai oleh-oleh khas Bali. Mulai dari kebaya dengan beragam warna dan ukuran, kamen dengan corak yang anggun, udeng dengan berbagai warna yang menarik, dan pernak-pernik juga aksesoris yang membuatmu semakin kelihatan seperti warga lokal.

Kamu bisa beli satu set atau terpisah untuk keluarga tercinta adan oleh-oleh khas Bali untuk teman-teman kantormu. Atau jika kamu sedang liburan rame-rame di Bali, The Keranjang Bali menjadi salah satu rekomendasi tempat wisata Bali yang wajib kamu datangi untuk membeli oleh-oleh dan mencoba beragam experience yang ditawarkan.

Lokasi The Keranjang Bali

Berlokasi di Jalan Bypass I Gusti Ngurah Rai, No. 95 dengan jarak tempuh sekitar 5 menit saja dari bandara I Gusti Ngurah Rai membuat The Keranjang Bali menjadi pilihan tepat dan praktis untuk liburan singkat. 

Selain itu, untuk di daerah Kuta juga tersedia storenya di Jalan Raya Kuta, No. 70-72. Kamu bisa mengunjungi The Keranjang Bali dari hari Senin-Kamis pukul 08:30-21:00 WITA dan hari Jumat-Minggu pukul 08:30-22:00 WITA. Untuk informasi selengkapnya, bisa kepoin di akun Instagramnya.

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *